Catatan Harian & Perjalanan. Puisi &Fotografi. Tutorial Blog, Komputer & Media Sosial

Perjalanan

Perjalanan tak selamanya menyenangkan.
Adakalanya  membuat jenuh dan melelahkan.
Namun ketika kita coba menikmati, di situlah letak kebahagiaan yang sejati

11.12.2017
Tonton videonya di sini

Sabang - Banda Aceh
Share:

STILL...

rain-outside-car
Love is not blind, you told me that
It just doesn't care what people say
And I just wonder
How many times I lose my mind
And no matter how hard I try to run away
I always find you there;
Under the rain

Cinta itu tidak buta, katamu suatu waktu
Dia hanya tak peduli apa kata orang
Dan yang sungguh tak kupahami
Sejauh apapun kuberlari darimu
Selalu engkau yang aku temukan
di bawah hujan

Lizanovia M. Hadi, once upon a time
Share:

Beginilah Harusnya Cinta

cinta-mawar ungu-
Ada selintas luka
Saat kutahu semua ini hanya rasaku saja
Tapi anehnya ku tetap bahagia
Tak lantas kehilangan rasa

Cinta memang tak harus memiliki
Tlah kuketahui itu sejak dulu
Meski ada yang berkata,”Cinta harusnya memiliki”
Tapi bagiku
Cinta bukanlah bagaimana kau bisa bahagia bersamanya
Tapi bagaimana dia bisa bahagia dan kau bisa bahagia untuknya

Bila kau jatuh cinta dan tak bisa memilikinya
Janganlah lantas membunuh rasa
Biarlah ia mengalir apa adanya
Dan sang waktu akan membantumu melupakannya

Bila kau jatuh cinta dan tak bisa bersamanya
Janganlah menyesalinya
Karena Tuhan telah menentukan dan memilihnya
menjadi gurumu dalam memahami makna cinta

Bila kau jatuh cinta dan begitu menginginkannya
Janganlah memaksakan kehendakmu kepada Sang Pemberi Cinta
Biarlah Dia memilihkan untukmu cinta pilihan-Nya
Sebab Dia Yang Maha Tahu yang terbaik untukmu dan juga untuknya

Bila kau jatuh cinta dan ada jalan untukmu dan dirinya
Berbicaralah terbuka apa adanya
Putuskanlah dengan hati bukan emosi romantis semata
Sebelum penyesalan tiba

Bila kau jatuh cinta dan selalu gagal meraihnya
Yakin dan percayalah
Bahwa Tuhan telah mempersiapkan sejuta cinta dan rencana indah
Di saat yang tidak kau sangka – sangka

Lizanovia M. Hadi
29 Juli 2010
Share:

APLIKASI CHAT, DULU DAN SEKARANG

Aplikasi Chat, Dulu dan Sekarang

Dulu, duluuu banget! Waktu baru-baru bbm booming di android, saya jadi salah seorang yang ikut-ikutan  berpedang- ria,  istilah saya untuk tone yang umum di bbm.  Baik itu dengan teman-teman ataupun yang belum jadi teman hehe.  Utamanya sih dengan prospek 😊😉

Belakangan,  dengan banyaknya pesan broadcast yang amat sangat mengganggu,  apalagi kemudian aplikasinya ngga jarang mendadak error, perlahan bbm mulai saya tinggalkan. 

Pada waktu itu,  whatsapp juga lagi seru-serunya.  Kemudahan hanya dengan menambah nomor handphone membuat aplikasi yang kemudian diakuisisi oleh facebook ini menjadikannya selangkah lebih maju.  Setidaknya bagi pengguna setia whatsapp,  yang salah satunya saya 😊

Bicara soal kemajuan,  ngga ada kesuksesan tanpa pengalaman,  trial dan error di masa sebelumnya. Teman-teman tentu masih ingat  masa-masa kejayaan Yahoo Messenger. Atau juga e-buddy yang menyatukan ragam aplikasi chat dalam satu platform.  Ngomong-ngomong,  saya pernah lho menulis satu puisi yang terinspirasi dari e-buddy ini. 😁

Saya pun sempat meninggalkan telegram sekitar pertengahan atau akhir 2013 lalu.  Alasannya simpel,  belum banyak teman-teman saya yang menggunakannya saat itu. Kalau cuma chat dengan satu dua orang,  mending pakai yang sudah ada.  Ya, ngga? 

Tapi akhirnya saya kembali CLBK dengan aplikasi yang logonya mirip pesawat kertas semasa kanak-kanak dulu 😊 Pertemuan dengan mba Ida Fauziah  dari Sekolah Perempuan-lah penyebabnya. Alhamdulillah kemudian dipertemukan Allah dengan akun-akun seperti Kang Dewa Eka Prayoga,  Mas Tantan Hilyatana (aslinya dulu temanan di fb, tapi sekarang akunnya full 😭), Mas Ippho Santosa, Mas Ibrahim Dwi Santoso,  dan yang lainnya.  

Di sinilah kemudian saya melihat kelebihan aplikasi ciptaan Durov bersaudara itu. Tidak ada broadcast yang mengganggu.  Pesan-pesan yang masuk sebab kita sendiri yang memutuskan  bergabung dalam sebuah channel. Kalau bosan?  Ya tinggal leave 😀  

Teman-teman tentu ngga lupa pula Skype yang sudah melegenda.  Saya ingat,  dulu,  kami anak-anak Paid To Click menggunakannya untuk belajar online.  Pertimbangannya jelas,  karena Skype lebih kuat koneksinya untuk grup dibandingkan Yahoo Messenger.  Tapi,  tetap saja,  kalau semua orang mengetik di saat yang bersamaan, koneksinya jadi lelet juga.  Biasanya asisten suhu atau leader akan mewanti-wanti, "Dimohon jangan ada pensil selama Mas X memberi materi yaa"  Dan herannya tetap saja ada yang bandel hehehe.  Alhasil,  pelajaran yang ditunggu-tunggu terhambat tibanya karena pensil-pensil bertebaran di layar komputer 😁

Begitulah.  Satu aplikasi memiliki kelebihan dibanding yang lainnya,  tapi ianya pun tak lekang dari kekurangan.  

The Island,  06.11.2017

Catatan pelipur lara karena belum mengerjakan tugas 😁😁😂😂



Share:

HIDUP YANG SEPARUH

Saat kita kehilangan orang yang berarti, orang yang kita cintai
Sebab perpisahan oleh jarak, waktu dan juga kematian
Saat itulah hidup terasa separuh

Segala hal yang serba separuh tentu saja tidak akan pernah lengkap
Bagaimana burung bisa terbang dengan sayap yang sebelah patah?
Bagaimana kita bisa berjalan sempurna dengan kaki yang sebelah lumpuh?

Hidup memang terus dan harus tetap berjalan
Sebab di situlah letak ujian keimanan
Bagaimana dengan hidup yang separuh
Kita berjuang untuk tetap utuh

@LizanoviaMHadi
The Island, 13.10.2017

Share:

Catatan Selepas Nobar

foto nobar di lapangan
Seriusnya yang nobar 😁
Semalam, waktu nobar film Pengkhianatan G30S ngga nyangka waktunya bisa panjaaaang gitu
Karena seingat saya, dulu, duluuuuu banget, ngga selama itu waktu nonton di tv

Untunglah niatan semula buat nonton sambil berdiri ngga jadi terlaksana
Gila banget kalo iya! Bisa varises ini kaki hahaha
Tumbang malah 😄

Tapiii, sebagai gantinya, kami harus rela duduk di rumput basah bekas hujan 10 menitan sebelum nobar
Beralaskan jaket siih, tapi ya tetap basah 😆
Sempet nyesel kenapa ngga bawa tikar dari rumah. 
Tapi mau balik lagi juga malas (Dassaaar!) 😅
Lha filmnya udah diputar, sayang kaan ngelewatinnya 😄
btw, ada lho yang bawa dingklik dari rumah. Tau kan dingklik? 😁

Ngga nyangkaaa dengan antusiasme orang-orang
Meski ada yang pada pulang di pertengahan film
Tapi yang bertahan juga ngga sedikit
Ada yang malah sambil tiduran nontonnya
Tidur beneran kayaknya hahaha

Ketika tiba di bagian akhir saat suara asli Jend. AH. Nasution berkumandang, saya dan kakak memutuskan untuk pulang
Sambil berusaha membangunkan ultraman junior yang sukses tidur di pangkuan setengah jam terakhir 
Setelah "lari" dari kursi empuk di samping bapak2 pejabat hihihi
Junior ikut? 
Iya. Habisnya ngga mau ditinggal siih

Sampai di parkiran, sudah pada ready buat pulang 
Saya sempat lihat yang nonton di jalan muka2 pada serius semua
Merasa belom tuntas bener, kami lanjut lagi nonton
Sambil duduk di sepeda motor 

Dan akhirnyaa, selesaiii
Alhamdulillah sampe di rumah kurang 5 menitan dari pukul 2 pagi!
Langsung tidur? Ngga doong
Baju2 yang lembab mesti diganti
Alhamdulillah jeans junior cuma lembab dikit

Begitulah.....
Kami tidur dengan badan remuk redam 😁
Dan paginya saya bangun untuk selanjutnya ikut upacara
Sekarang Hayati lelah 😁😁

Sabang, 1 Oktober 2017

Share:

Hujan, Kau dan Aku

hujan, malam
Malam ini langit menangis
Aku ingat lagi dirimu dan kata-katamu
Adalah hujan suatu berkah

Ia mengubah bumi yang gersang menjadi gembur
Menghidupkan dan menyuburkan tetumbuhan
Hingga kita dapat memetik hasil alam
Dan menghirup udara yang segar

Namun ia juga bisa mendatangkan bencana
Ketika kita manusia alpa menjaga dan memelihara alam
Hingga bumi yang telah kehilangan hutannya
Tak mampu lagi menahan gejolak hujan
Lalu kita merasakan amarahnya lewat banjir yang dikirimkan

Hujan juga yang tlah mengurungku sejak pagi di sini, di kamar ini

Dan aku berterima kasih kepada hujan
Ia yang senantiasa mengingatkanku padamu, kata-katamu
Dan menguji kesungguhan kata-kata itu

Horison Biru, 15.05.2000



Share:

ADA APA DENGAN ASMA NADIA & DEWA EKA PRAYOGA?

Judul  di atas, kemungkinan besar akan menimbulkan kepenasaran yang besar. Khususnya hal-hal yang berbau gosip, ya ngga? Yeah, kawan-kawan mungkin ada yang ngga setuju. Ngga semua orang suka gosip kalee, lebih kurang begitu. Ya ya ya. Saya juga sama ngga sukanya. Dan memang, postingan ini bukan mau membahas gosip antara Asma dan Dewa.

Lalu, apa dong? 

Sabaar 😊

Sebelum kita kupas tuntas (ciee..), kita awali dulu dengan tokoh kita kali ini.

Asma Nadia, adakah yang ngga kenal? Kebangetan kalau ada hehehe. Piiisss... 😄😄 Boleh googling buat cari tau tentang beliau, tapi jangan lupa balik lagi ke sini. Okay ? 😊

Dewa Eka Prayoga. Jujur saya sendiri baru kenal beliau baru-baru ini, berawal dari status kang Rendy Saputra tentang gimana "gila"nya seorang Dewa Eka Prayoga, yang dicurigai oleh dia sebagai mutan 😂 karena resistensinya terhadap omongan orang lain yang luar biasa. Salah satu penyumbang terbesar kesuksesan beliau.

Oke. Kang Dewa, panggilan beliau, seorang pengusaha yang punya julukan dahsyat; Dewa Selling. Saking "gila"nya dalam hal jualan. Gila jualan -diakui sendiri olehnya- dan gila proses serta hasil jualannya. Kalo ngga percaya, boleh mampir ke billionairestore.co.id, tapi ingat, jangan lupa balik ke sini 😊

Oke. Kedua tokoh sudah ada. 

Episode selanjutnya, biarlah copywriting yang berbicara 😁

Dewa Eka Prayoga. Sosok muda yang kisah perjalanan hidupnya layak untuk dibagikan, karena sarat dengan perjuangan, penuh dengan spirit kebaikan juga kaya akan motivasi serta inspirasi untuk meraih kesuksesan.

Dewa adalah insan yang langka, semangat hidupnya luar biasa. Bagaimana tidak ? Di usianya yang sangat muda berbagai masalah hidup banyak mendera, melanda, memporakporandakan mental. Hutang bisnis hampir 8 M yang harus ditanggung menjadikan hujatan, ancaman, teror, intimidasi, fitnah keji, gunjingan di sana-sini adalah makanan sehari-hari. Bahkan pernikahan dini yang baru dijalani beberapa minggu terancam kandas.

Wissss, drama banget kan? Bener-bener langka. Kalau DEP-panggilan lainnya- ngga berbagi kisahnya, mungkin kita benar-benar meyakini bahwa kisah demikian hanya drama yang kerap menghiasi layar kaca ataupun buku-buku cerita semata. Walau ngga bisa dipungkiri, DEP bukanlah satu-satunya mahluk langka itu. Salah satu alasannya, karena ngga semua orang mau berbagi kisahnya.


Ya, keputusan DEP untuk berbagi itulah yang kemudian ditulis oleh mba Asma Nadia menjadi sebuah novel. Dengan harapan bisa menjadi inspirasi bagi semua orang di Indonesia. 

Kabar yang kami dapat dari Channel Telegram @dewaekaprayoga,  mba Asma Nadia sempat "galau" dengan buku ke-54 nya ini. Salah satunya saat pemilihan cover, alot banget prosesnya. 

Sebegitu rumitnya kehidupan seorang DEP dan istri, hingga novel yang diberi judul "Bidadari Untuk Dewa" ini tembus 400 halaman, menjadi novel terpanjang yang pernah Asma Nadia tulis.

Lalu bagaimana kisah lengkapnya seorang Dewa bisa melalui semua ujian? Bangkit dari keterpurukan, melawan kemustahilan?Bagaimana pula cerita dibalik suksesnya dalam membangun bisnis yang beromset milyaran?

Bagaimana kisah cintanya dengan "sang bidadari" pujaan? Siapakah bidadari yang dimaksud? Termasuk juga kisah pilunya yang menegangkan ketika ia harus terbaring koma, mempertaruhkan nyawa karena penyakit langka selama beberapa bulan..

Kawan-kawan penasaran?
Novel ini baru akan ada di Gramedia insya Allah akhir November tahun ini. 

Ngga sabar pengen baca novel ini duluan? Silakan daftar waiting list di sini atau boleh tanya saya di sini atau ke facebook saya di sini. Ada banyak keuntungan yang bisa kawan-kawan dapatkan. Apa itu? Yuk, buruan hubungi saya dengan salah satu link di atas yaa 😊


Jadi, jelas sekarang ya kawan-kawan?
Ada apa dengan Asma Nadia dan Dewa Eka Prayoga? 
Jawabannya,"Ada Bidadari Untuk Dewa" 😊


novel, bidadari untuk dewa, Asma Nadia
Bahagia itu sederhana. Dekat dengan-NYA. Dan dekat denganmu

Share:

Popular of The Week

Arsip

Kelas 30 Hari Optimasi Whatsapp & Facebook