Catatan Harian & Perjalanan. Puisi &Fotografi. Tutorial Blog, Komputer & Media Sosial

LUMPUR SYUKUR

perempuan memandang pantai
Aku mungkin tersungkur dulu, dan tanah
berlumpur membalur tubuhku sekujur.
Tapi lihatlah!
Lumpur itu kini menjelma syukur.
Dia memberiku sensasi
saat kami saling melebur.

Dan kini, dengan kedua tanganku, akan
kusemai bibit baru di bekas genangan lumpur itu,
yang telah kuolah menjadi lahan baru.

Tidak pernah ada yang sia-sia bahkan dari sesuatu yang
tampak sia-sia. Aku akan panen saat waktunya tiba!


19 Januari 2012, mengumpulkan yang terserak
Share:

3 comments:

  1. semua yang diciptakan ALLAH pastilah mempunyai manfaat, karena tak ada kesia-siaan di atas bumi ini...salam :-)

    ReplyDelete
  2. belum update kak :)

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikum.
    Subhanallah, saya sangat terkesan pemaknaan lumpur dalam tulisan di atas. :)
    BTW, saya sudah balas mengenai problem edit HTML baru di komentar. Kalo masih ada problem kontak saja lagi.
    http://buka-rahasia.blogspot.com/2012/10/menampilkan-widget-hanya-di-homepage-dan-halaman-posting.html

    ReplyDelete

Bebas komentar apa aja, asal sopan.
Tapi jangan nyepam. Ntar dihapus lho!

Popular Posts

Blog Author

Cari Kerja Online ?