Catatan Harian & Perjalanan. Puisi &Fotografi. Tutorial Blog, Komputer & Media Sosial

Dering Telepon Malam Itu

Malam itu, kira-kira lima belas menit kurang dari pukul satu, aku sudah berbaring di peraduanku yang sederhana ( maklum lagi di hospital ). Tapi mata ini belum mau terpejam, begitupun ibuku yang terbaring dalam sakitnya. Kembali terngiang, pesan perawat untuk mengangkat bila telepon berdering

Aku sebenarnya malas ketika telepon benar-benar berdering. Tapi Ibu mendesakku. Dengan terpaksa kuangkat gagang putih itu. Ya Allah! Siapa pula ini? Mengawali pembicaraan dengan suara sedih. Suara laki-laki itu, mengatakan bahwa pacarnya telah hilang. Begitu banyak yang dicerocosinya. Ketika aku menanyakan namanya, dijawab olehnya. Malah lengkap disebut nama kakaknya.

Aneh! Kok bicaranya ngelantur ke kaset? Dia nawarin aku segala macam kaset. Aku menolak. Aku jadi curiga, jangan – jangan ini kerjaan perawat yang iseng karena salah satu dari mereka tau aku nyiar di SIS.Kecurigaan itu muncul karena pembicaraan menyinggung soal kaset.


Entah apalagi yang dicerocosinya. Terakhir malah dikatakan bahwa abangnya gila, stress. Selama beberapa saat aku mendengar suara seseorang yang lain. Lalu laki-laki itu terakhir mengatakan bahwa dirinya yang gila, stress. Suaranya pelan, amat pelan. Aku bingung. Apa yang ngisengi aku ada dua orang ya? Karena suaranya beda-beda.

Lalu terdengar bunyi suing, dan hubungan pun terputus. Kuletakkan gagang dan mencoba kembali tidur. Tapi tak bisa. Terbayang-bayang orang – orang yang mungkin ngisengi aku barusan.



Gilanya, aku nggak sempat berpikir kalau yang bicara denganku barusan di telepon itu orang gila! Bener-bener orang gila! Crazy Man! ;))))))))

Pengalaman Aneh Selasa malam, 24 Februari 1998

Share:

Return To Memories

Semasa sekolah dulu, mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman-teman merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Bahkan meski teman tersebut tidak melakukan hal yang sama. Sementara untuk sahabat pena, saya akan menuliskan ultah mereka tersebut di atas catatan saya pada pelajaran hari itu, selain mengirimkan kartu ucapan. Waktu itu lagi masa-masanya saya menggilai korespondensi. 

Seingat saya ada lebih 60 sahabat pena yang saya punyai saat itu. Tapi sangat sedikit yang bisa saya temukan lagi di Facebook ( Hai Ryen, hai Indra, hai Anis, hai Mbak Dewi =) 

Kalau saya ditanya, ultah ke berapa yang paling berkesan dalam hidup, saya akan menjawab,”17”. Tapi bukan karena pesta yang meriah , apalagi tidak ada tradisi pesta ultah dalam keluarga. 

Saya juga pernah mengalami kejutan “spektakuler” pada ultah saya di akhir masa lajang. Kejutan yang membuat saya menangis, shock dan tertawa di akhirnya. Betul – betul menguras emosi! Tapi itu tidak mampu menandingi momen “sederhana” masa sweet seventeen saya. Dan semua itu masih tersimpan rapi dalam catatan harian masa SMU, dalam bahasa remaja saya tentunya =)

24 November 1996

HAPPY BIRTHDAY TO ME!

Diary, ucapin selamat dong buat gue. Ini kan “My Purple Party” Gue seneng banget! Tadi sore Ari “Selasih” Yani dateng. Doi ngasih kado for me. Trus kita JJS. Pas pulangnya gue buka kado yang doi kirim eh.. kasih maksudnya. Mo tau isinya? Bingkai manis + kartu ultah. Doi ngasih puisi, gini ( gue tulis biar bisa jadi kenangan )

Romantis month, 17 tahun yang lalu
Engkau hadir mewarnai dunia
Dengan tangisan pertama memecah
Tak terasa
Tahun demi tahun berlalu
Dan saat ini, 24 November 1996

Di kala pesta ungu bergema
Saat itu kau telah sweet seventeen
Saat yang indah nian

Sahabat
Kuharap sukses dalam cita-cita
Bahagia segala cinta
Dan tercapai segala asa
Semoga hidupmu makin bermakna

Selamat Ulang Tahun
Welcome to Purple Party

One day, in happy day 1996, Nov. 24

Waduh diary, gue terharu banget. Meski Sabtu sore kemaren tangan gue dicakar si lembok kucing tetangga. Abis gue seneng banget ngegangguin dia. Yach.. dia pikir tuh hadiah ultah untuk gue. Nyokap gue kasih kecupan di pipi kiri kanan + dokat seribay ( maklum lagi seret ), Ewin ngasih kado bombom ( buble gum 2, kopiko 2, relaxa hijau 2 ). Pantesan! Kok nyokapnya sibuk banget nanyain kertas kado ( pada saat gue nulis beberapa baris kalimat ini, Selasih juga nyampein Met Ultah via radio 20.53 WIB ). Gue ngasih kertas sampul warna coklat. Trus, kok di kamarnya kasak kusuk? Gue acuh tak acuh. Eh pas gue makan dia ‘n anaknya ketawa-ketawa. Rupanya Ewin udah megang kado kecil. Gue nyelesein makan dulu. Pas selesai, terima deh tuh gift. Apa ya? Gue buka. Wah .. isinya kotak rokok. Di dalamnya ada bombon yang gue sebutin tadi. Gue makan buble gumnya. Selebihnya dimakan ama Ewin =) Tapi gue seneng banget. Apalagi Bung Ikhsan muterin Katon Bagaskara, Gemini ( Dengan Logika, Cinta Putih, Bukan Semata, Seketika, Ruang Hampa, Selasih ) Padahal minggu paginya gue ngambek kagak dikirimin lagu. Eh rupanya malemnya diputar permintaan gue. Seneeeeng.. banget! 


Saat ini SP gue yang ngirim kartu emang baru 1, Yenty. Gue terima from Mr. Post 20 November. Makanya gue agak-agak manyun beberapa hari belakangan ini. Tapi Ari “Selasih” Yani ngasih kesan buat gue. Gue terharu banget-banget!

Momen “sederhana” dengan bahasa sederhana. Tapi entah kenapa, saya selalu merasa haru bila mengingat dan membacanya
Share:

Popular Posts

Cari Kerja Online ?